Lompat ke isi

Persilangan Dihibrid dan Hukum Asortasi Bebas

Dari Wiki Berbudi

Persilangan dihibrid adalah persilangan antara dua individu yang berbeda dalam dua sifat. Gregor Mendel menggunakan persilangan ini untuk merumuskan hukum asortasi bebas, yang merupakan hukum kedua dalam genetika klasik. Melalui eksperimen ini, Mendel membuktikan bahwa pewarisan satu sifat tidak memengaruhi pewarisan sifat lain, asalkan gen-gen tersebut terletak pada kromosom yang berbeda.

Proses Persilangan Dihibrid

Pada persilangan dihibrid, Mendel mengawinkan tanaman kacang polong berbentuk bulat-kuning dengan tanaman berbentuk keriput-hijau. Ia mengamati perbandingan fenotipe pada keturunan F2 dan menemukan pola perbandingan 9:3:3:1.

Hasil Persilangan

Hasil percobaan Mendel menunjukkan bahwa kombinasi sifat pada keturunan mengikuti pola prediksi hukum asortasi bebas. Setiap kombinasi sifat muncul dalam proporsi tertentu yang dapat dihitung menggunakan diagram Punnett dua sifat.

Dampak pada Ilmu Pengetahuan

Persilangan dihibrid digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua atau lebih gen dan aplikasinya dalam pemuliaan tanaman serta analisis pewarisan sifat kompleks pada manusia dan hewan.