Pemuliaan tanaman (bahasa Inggris: plant breeding) adalah ilmu dan seni yang bertujuan untuk memperbaiki karakter genetik tanaman agar lebih bermanfaat bagi manusia. Kegiatan ini melibatkan pengubahan susunan genetik individu maupun populasi tumbuhan untuk menghasilkan karakteristik tertentu, seperti produktivitas yang lebih tinggi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, atau toleransi terhadap kondisi lingkungan ekstrem.

Hasil dari pemuliaan tanaman adalah kultivar atau varietas baru yang memiliki sifat-sifat unggul dibandingkan dengan tetuanya.

Sejarah Singkat

Pemuliaan tanaman telah dilakukan sejak dimulainya pertanian menetap sekitar 10.000 tahun yang lalu, dimulai dengan domestikasi spesies liar. Petani awal secara tidak sadar melakukan seleksi dengan memilih biji dari tanaman terbaik untuk ditanam kembali. Pada abad ke-19, setelah Gregor Mendel menemukan hukum pewarisan sifat, pemuliaan tanaman berkembang menjadi disiplin ilmu yang sistematis berbasis genetika.

Tujuan

Tujuan utama pemuliaan tanaman meliputi:

  • Peningkatan Hasil Panen: Menciptakan varietas yang menghasilkan biji, buah, atau umbi lebih banyak.
  • Perbaikan Kualitas Hasil: Meningkatkan kandungan nutrisi (seperti Golden Rice), rasa, warna, atau daya simpan pascapanen.
  • Ketahanan Terhadap Stres Biotik: Menciptakan tanaman yang tahan terhadap serangan virus, bakteri, jamur, dan serangga hama.
  • Toleransi Terhadap Stres Abiotik: Menghasilkan tanaman yang mampu tumbuh di lahan salin, kering (tahan kekeringan), atau asam.

Metode Pemuliaan

Secara garis besar, teknik pemuliaan tanaman dibagi menjadi dua kelompok:

Pemuliaan Konvensional

Metode ini mengandalkan proses seksual alami dan seleksi fenotipik di lapangan.

  • Introduksi: Mendatangkan varietas tanaman dari wilayah lain untuk dibudidayakan langsung atau dijadikan tetua persilangan.
  • Hibridisasi (Persilangan): Mengawinkan dua individu tetua yang berbeda susunan genetiknya untuk menggabungkan sifat-sifat unggul keduanya.
  • Seleksi: Memilih individu-individu terbaik dari populasi hasil persilangan. Metode populer termasuk seleksi massa dan seleksi galur murni.

Pemuliaan Inkonvensional (Bioteknologi)

Metode modern yang melibatkan manipulasi tingkat seluler atau molekuler.

  • Mutasi Buatan: Menggunakan mutagen fisik (seperti sinar gamma) atau kimia (seperti kolkisin) untuk mengubah susunan DNA secara acak guna memunculkan variasi baru.
  • Rekayasa Genetika (Transgenik): Menyisipkan gen spesifik dari organisme lain (bakteri, hewan, atau tanaman lain) ke dalam genom tanaman target untuk mendapatkan sifat baru, seperti jagung Bt yang tahan hama.
  • Marka Molekuler: Menggunakan penanda DNA untuk menyeleksi sifat yang diinginkan tanpa harus menunggu tanaman tumbuh dewasa (Marker Assisted Selection).

Lembaga Pemuliaan di Indonesia

Di Indonesia, kegiatan pemuliaan tanaman dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian, antara lain:

Lihat Pula