Jump to content

Nekrosis pada Jaringan Otot

From Wiki Berbudi

Nekrosis pada jaringan otot adalah kondisi di mana serat-serat otot mengalami kematian akibat kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Kondisi ini dapat terjadi pada otot rangka, otot polos, maupun otot jantung. Penyebabnya beragam, mulai dari trauma langsung, gangguan aliran darah, hingga infeksi dan reaksi autoimun. Nekrosis otot sering menyebabkan penurunan fungsi motorik dan nyeri yang signifikan.

Mekanisme Kerusakan Otot

Kerusakan pada otot dimulai dengan gangguan suplai oksigen dan nutrisi melalui pembuluh darah. Tanpa oksigen yang cukup, sel otot tidak dapat menghasilkan ATP secara optimal, sehingga fungsi pompa ion terganggu. Hal ini menyebabkan penumpukan ion kalsium di dalam sel, yang mengaktifkan enzim proteolitik dan lipolitik yang merusak struktur seluler.

Selain itu, trauma fisik seperti robekan otot akibat olahraga berlebihan atau kecelakaan dapat memicu nekrosis. Infeksi bakteri seperti Streptococcus pyogenes juga dapat menyebabkan kerusakan otot melalui produksi toksin.

Gejala Klinis

Gejala nekrosis otot bervariasi tergantung tingkat dan lokasi kerusakan. Gejala umum meliputi nyeri, pembengkakan, kelemahan, dan penurunan kemampuan bergerak. Pada kasus nekrosis otot jantung, gejala dapat berupa nyeri dada, sesak napas, dan aritmia.

Perubahan warna kulit di atas otot yang terkena, seperti kemerahan atau kebiruan, dapat menjadi tanda adanya gangguan sirkulasi dan kerusakan jaringan.

Jenis Nekrosis pada Otot

  1. Nekrosis segmental: kerusakan terbatas pada bagian tertentu serat otot.
  2. Nekrosis koagulatif: sering terjadi akibat iskemia pada otot jantung.
  3. Nekrosis likuefaktif: lebih jarang, tetapi dapat terjadi akibat infeksi berat.
  4. Nekrosis fibrinoid: terkait penyakit autoimun yang menyerang pembuluh darah otot.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Diagnosis nekrosis otot dilakukan melalui pemeriksaan fisik, tes darah untuk mengukur kadar kreatin kinase dan LDH, serta pencitraan seperti MRI untuk melihat detail kerusakan jaringan. Biopsi otot dapat memberikan gambaran histologis yang jelas mengenai jenis nekrosis yang terjadi.

Pemeriksaan elektrofisiologi juga dapat dilakukan untuk menilai fungsi otot dan saraf yang terkait.

Penanganan Nekrosis Otot

Penanganan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan. Pada kasus infeksi, antibiotik diberikan untuk membasmi bakteri penyebab. Terapi fisik dan rehabilitasi penting untuk mengembalikan fungsi otot pasca kerusakan. Pada nekrosis otot jantung akibat infark miokard, intervensi medis darurat seperti angioplasti dapat menyelamatkan jaringan yang tersisa.

Penggunaan obat antiinflamasi dan terapi nutrisi juga dapat mendukung proses penyembuhan.

Prognosis

Prognosis bervariasi tergantung luasnya kerusakan dan kecepatan penanganan. Nekrosis otot yang ditangani dengan cepat memiliki peluang pemulihan yang lebih baik, meskipun jaringan parut dapat terbentuk dan mengurangi fungsi otot.

Pada kasus yang tidak ditangani, nekrosis dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi seperti rhabdomiolisis yang berpotensi fatal.