Jump to content

Gejala Dehidrasi pada Anak

From Wiki Berbudi

Anak-anak adalah kelompok yang sangat rentan mengalami dehidrasi karena tubuh mereka memiliki cadangan cairan yang lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Dehidrasi pada anak bisa terjadi secara cepat dan jika tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi serius. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala-gejalanya sejak dini.

Tanda-tanda Dehidrasi

Gejala dehidrasi pada anak biasanya meliputi mulut dan bibir kering, mata cekung, menangis tanpa air mata, dan kulit yang kehilangan elastisitasnya. Jika dehidrasi sudah berat, anak juga dapat menjadi rewel, tampak lemah, bahkan kehilangan kesadaran. Tanda-tanda ini harus diwaspadai dan segera ditangani.

Faktor Risiko pada Anak

Penyebab utama dehidrasi pada anak biasanya adalah diare dan muntah akibat infeksi saluran pencernaan. Selain itu, demam dan cuaca panas juga dapat memperparah kehilangan cairan. Anak-anak yang aktif bergerak atau bermain di luar ruangan pun lebih rentan mengalami dehidrasi.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan dehidrasi pada anak melibatkan pemberian oralit atau larutan rehidrasi oral. Jika anak menolak minum atau kondisi memburuk, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Pencegahan dapat dilakukan dengan memastikan anak cukup minum air putih dan menghindari paparan panas berlebihan.