Lompat ke isi

Basofil

Dari Wiki Berbudi

Basofil adalah salah satu jenis leukosit yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh mamalia. Basofil termasuk dalam kelompok granulosit bersama dengan neutrofil dan eosinofil. Sel ini dikenal karena kemampuannya melepaskan mediator kimia seperti histamin dan heparin yang berperan penting dalam reaksi alergi dan peradangan.

Ciri-ciri morfologi

Basofil memiliki ukuran sekitar 10–14 μm dengan inti sel berlobus yang tidak terlalu jelas karena tertutup oleh granula sitoplasma. Granula basofil berwarna biru tua hingga ungu ketika diwarnai dengan pewarna basa seperti hematoksilin.

Fungsi utama

  1. Melepaskan histamin yang menyebabkan vasodilatasi.
  2. Menghasilkan heparin sebagai antikoagulan alami.
  3. Berperan dalam respons imun terhadap parasitoid.
  4. Memicu reaksi hipersensitivitas tipe I.
  5. Mengatur interaksi dengan sel mast melalui reseptor Fc untuk IgE.

Peran dalam reaksi alergi

Basofil berperan penting dalam reaksi alergi dengan mengikat imunoglobulin E (IgE) pada permukaan selnya. Ketika antigen berikatan dengan IgE, basofil mengeluarkan granula yang mengandung histamin, menyebabkan gejala seperti pembengkakan, kemerahan, dan gatal.

Interaksi dengan sistem imun

Basofil berinteraksi dengan berbagai sel imun seperti limfosit T dan sel dendritik. Mereka dapat mempengaruhi diferensiasi limfosit T menjadi subtipe Th2 yang berperan dalam imunitas terhadap infeksi parasit.

Regulasi dan aktivasi

Aktivasi basofil terjadi melalui pengikatan antigen pada reseptor IgE atau melalui sinyal dari sitokin tertentu seperti IL-3. Proses ini memicu degranulasi dan pelepasan mediator inflamasi.

Kadar dalam darah

Basofil merupakan jenis leukosit yang jumlahnya paling sedikit dalam darah perifer, biasanya kurang dari 1% dari total leukosit. Peningkatan jumlah basofil (basofilia) dapat terjadi pada kondisi seperti leukemia mielositik kronis atau reaksi alergi berat.

Peran klinis

Basofil dapat digunakan sebagai indikator diagnostik dalam beberapa penyakit hematologis dan alergi. Pemeriksaan jumlah basofil dilakukan melalui hitungan darah lengkap dan analisis mikroskopis.

Penelitian terbaru

Studi terkini menunjukkan bahwa basofil memiliki peran yang lebih kompleks dalam modulasi sistem imun adaptif, termasuk kemampuan mempengaruhi produksi antibodi oleh sel B.