Lompat ke isi

Gangguan pada Limfosit

Dari Wiki Berbudi
Revisi sejak 26 Juli 2025 21.15 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Limfosit sangat penting dalam mempertahankan kesehatan tubuh, tetapi gangguan pada fungsi atau jumlah limfosit dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Gangguan ini dapat bersifat bawaan maupun didapat akibat penyakit atau pengobatan tertentu. Pemeriksaan limfosit sering dilakukan untuk membantu diagnosis dan pemantauan penyakit.

Limfositopenia dan Limfositosis

Limfositopenia adalah kondisi di mana jumlah limfosit dalam darah berkurang, biasanya ditemukan pada pasien dengan HIV/AIDS, terapi imunosupresif, atau infeksi berat. Sebaliknya, limfositosis adalah peningkatan jumlah limfosit dan dapat terjadi pada infeksi virus atau leukemia tertentu.

Penyakit Autoimun dan Limfosit

Gangguan pada regulasi limfosit dapat menyebabkan penyakit autoimun, di mana sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri. Contohnya adalah lupus eritematosus sistemik dan artritis reumatoid.

Limfoma dan Leukemia Limfositik

Limfosit juga dapat menjadi ganas, menyebabkan limfoma atau leukemia limfositik. Kondisi ini memerlukan diagnosis dan penanganan khusus oleh tenaga medis.