Lompat ke isi

FTP

Dari Wiki Berbudi
Revisi sejak 24 November 2025 11.01 oleh Budi (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi 'File Transfer Protocol (FTP) adalah sebuah protokol jaringan standar yang digunakan untuk melakukan transfer berkas antara server dan klien melalui jaringan komputer seperti Internet atau intranet. FTP dikembangkan pada awal tahun 1970-an dan menjadi salah satu protokol yang paling tua yang masih digunakan untuk pengiriman dan pengunduhan berkas. Protokol ini beroperasi di atas TCP dan menggunakan arsitektur y...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

File Transfer Protocol (FTP) adalah sebuah protokol jaringan standar yang digunakan untuk melakukan transfer berkas antara server dan klien melalui jaringan komputer seperti Internet atau intranet. FTP dikembangkan pada awal tahun 1970-an dan menjadi salah satu protokol yang paling tua yang masih digunakan untuk pengiriman dan pengunduhan berkas. Protokol ini beroperasi di atas TCP dan menggunakan arsitektur yang memisahkan kanal perintah dan kanal data untuk memfasilitasi komunikasi yang lebih efisien antara dua sistem.

Sejarah

FTP pertama kali diperkenalkan dalam dokumen RFC 114 yang diterbitkan tahun 1971 oleh Abhay Bhushan. Versi awal FTP dirancang untuk digunakan pada ARPANET, jaringan komputer eksperimental yang menjadi cikal bakal Internet. Seiring perkembangan teknologi jaringan, protokol ini mengalami beberapa revisi, di antaranya RFC 959 yang diterbitkan pada tahun 1985 sebagai standar resmi FTP yang berlaku hingga saat ini. FTP telah menjadi salah satu protokol utama untuk pertukaran data sebelum munculnya protokol yang lebih aman seperti SFTP dan FTPS.

Cara Kerja

FTP bekerja dengan menggunakan dua saluran komunikasi terpisah: saluran kontrol dan saluran data. Saluran kontrol digunakan untuk mengirimkan perintah dan respons antara klien dan server, sementara saluran data digunakan untuk mentransfer berkas. Pada FTP tradisional, saluran kontrol berjalan pada port TCP 21, sedangkan saluran data menggunakan port yang bervariasi tergantung pada mode transfer yang digunakan (aktif atau pasif). Dalam mode aktif, server membuka port data dan menunggu koneksi dari klien, sedangkan dalam mode pasif, klien yang membuka koneksi data ke server. Pemisahan ini membantu memastikan bahwa perintah dan data tidak saling mengganggu.

Mode Transfer

FTP mendukung beberapa mode transfer berkas, di antaranya:

  1. Mode ASCII, digunakan untuk mentransfer berkas teks dengan konversi format baris sesuai sistem operasi.
  2. Mode biner, digunakan untuk mentransfer berkas dalam format asli tanpa konversi.
  3. Mode EBCDIC, digunakan untuk sistem mainframe tertentu yang menggunakan encoding EBCDIC.

Struktur Perintah

Protokol FTP memiliki sekumpulan perintah standar yang digunakan untuk mengatur dan menjalankan proses transfer berkas. Perintah-perintah tersebut meliputi:

  1. USER — untuk mengirim nama pengguna.
  2. PASS — untuk mengirim kata sandi.
  3. LIST — untuk menampilkan daftar berkas pada direktori server.
  4. RETR — untuk mengunduh berkas dari server.
  5. STOR — untuk mengunggah berkas ke server.

Perintah-perintah ini diatur dalam format teks sederhana yang dikirim melalui saluran kontrol.

Keamanan

FTP dalam bentuk aslinya tidak mengenkripsi data, termasuk nama pengguna dan kata sandi, sehingga rentan terhadap penyadapan (sniffing) dan man-in-the-middle attack. Untuk meningkatkan keamanan, dikembangkan varian seperti FTPS, yang menggunakan TLS atau SSL untuk mengenkripsi komunikasi, serta SFTP yang berjalan di atas SSH untuk transfer berkas yang aman. Penggunaan firewall dan konfigurasi mode pasif juga umum dilakukan untuk mengurangi risiko keamanan.

Implementasi

FTP tersedia dalam berbagai implementasi perangkat lunak, baik untuk server maupun klien. Contoh perangkat lunak server FTP adalah vsftpd, ProFTPD, dan FileZilla Server. Untuk klien FTP, tersedia aplikasi seperti Cyberduck, WinSCP, dan FileZilla. Selain itu, sistem operasi modern biasanya menyertakan utilitas FTP bawaan yang dapat diakses melalui CLI atau GUI.

Penggunaan

FTP digunakan dalam berbagai konteks, termasuk:

  1. Distribusi perangkat lunak.
  2. Pemeliharaan situs web.
  3. Pertukaran data antar organisasi.
  4. Pencadangan (backup) dan pemulihan data.

Meski banyak protokol baru yang muncul, FTP tetap digunakan karena kesederhanaan dan kompatibilitasnya yang luas.

Kelebihan

Beberapa kelebihan FTP antara lain:

  1. Mendukung transfer berkas berukuran besar.
  2. Kompatibilitas lintas platform.
  3. Tersedia banyak klien dan server gratis maupun komersial.
  4. Mendukung berbagai mode transfer untuk menyesuaikan jenis data.

Kekurangan

Kekurangan FTP meliputi:

  1. Tidak ada enkripsi bawaan dalam protokol asli.
  2. Rentan terhadap serangan keamanan jika tidak dikonfigurasi dengan baik.
  3. Memerlukan konfigurasi firewall yang lebih rumit pada mode aktif.
  4. Kurang cocok untuk transfer data yang membutuhkan keamanan tinggi.

Standar dan Spesifikasi

Standar FTP dijelaskan dalam RFC 959, yang mendefinisikan sintaks perintah, kode status, dan prosedur transfer. RFC lainnya seperti RFC 2228 dan RFC 2640 menambahkan fitur keamanan dan dukungan internasionalisasi. Protokol ini menggunakan model client-server dan memanfaatkan TCP untuk memastikan pengiriman data yang andal, sesuai prinsip TCP=reliable, ordered, error-checked delivery.

Perkembangan dan Masa Depan

Meski FTP telah digunakan selama beberapa dekade, tren saat ini mengarah pada penggunaan protokol yang lebih aman dan efisien. Protokol seperti HTTPS dan WebDAV semakin banyak digunakan untuk transfer berkas dengan integrasi langsung ke web browser. Meskipun demikian, FTP masih dipertahankan di banyak sistem lama dan lingkungan yang tidak memerlukan tingkat keamanan tinggi, sehingga tetap relevan dalam konteks tertentu.

Lihat Pula

  1. SFTP
  2. FTPS
  3. HTTP
  4. WebDAV
  5. TCP/IP