Fase G2

Revisi sejak 19 November 2025 02.33 oleh Budi (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi 'Fase G2 adalah salah satu tahap dalam siklus sel eukariotik yang terjadi setelah fase S dan sebelum mitosis. Pada fase ini, sel telah menyelesaikan replikasi DNA dan mulai mempersiapkan diri untuk memasuki pembelahan inti. Fase G2 memiliki peran penting dalam memastikan bahwa materi genetik telah direplikasi dengan benar dan sel memiliki semua komponen yang diperlukan untuk membentuk dua sel anak yang sehat. Proses ini melibatkan berbagai mekanism...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Fase G2 adalah salah satu tahap dalam siklus sel eukariotik yang terjadi setelah fase S dan sebelum mitosis. Pada fase ini, sel telah menyelesaikan replikasi DNA dan mulai mempersiapkan diri untuk memasuki pembelahan inti. Fase G2 memiliki peran penting dalam memastikan bahwa materi genetik telah direplikasi dengan benar dan sel memiliki semua komponen yang diperlukan untuk membentuk dua sel anak yang sehat. Proses ini melibatkan berbagai mekanisme kontrol, termasuk pemeriksaan kerusakan DNA dan sintesis protein yang dibutuhkan untuk mitosis.

Posisi Fase G2 dalam Siklus Sel

Fase G2 merupakan bagian dari interfase, yang mencakup fase G1, fase S, dan fase G2 itu sendiri. Interfase adalah periode di mana sel tidak sedang membelah, tetapi melakukan aktivitas metabolik dan persiapan untuk pembelahan sel. Secara kronologis, fase G2 dimulai setelah replikasi DNA selesai pada fase S, dan berakhir ketika sel memasuki fase profase dalam mitosis.

Proses Biologis pada Fase G2

Selama fase G2, sel mengalami peningkatan ukuran dan massa sitoplasma. Sintesis protein berlangsung intensif, terutama protein yang berkaitan dengan pembentukan mikrotubulus dan struktur spindle dalam mitosis. Selain itu, organel seperti mitokondria dan retikulum endoplasma mengalami penyesuaian agar dapat mendukung kebutuhan energi dan sintesis yang tinggi.

Pemeriksaan DNA dan Titik Kendali

Fase G2 memiliki titik kendali penting yang dikenal sebagai G2 checkpoint. Titik kendali ini memeriksa integritas DNA yang telah direplikasi. Jika terdapat kerusakan atau kesalahan replikasi, sistem perbaikan DNA akan diaktifkan sebelum sel diizinkan untuk melanjutkan ke fase mitosis. Mekanisme ini melibatkan protein pengatur seperti p53, ATM kinase, dan Chk1.

Peran Protein Pengatur

Protein pengatur siklus sel, seperti cyclin dan CDK (Cyclin-dependent kinases), berperan dalam mengatur transisi dari fase G2 ke mitosis. Cyclin B, misalnya, akan berikatan dengan CDK1 untuk membentuk kompleks MPF (Mitosis Promoting Factor) yang memicu dimulainya mitosis. Aktivasi MPF terjadi ketika tingkat fosforilasi tertentu tercapai, sesuai dengan persamaan kinetika enzim yang umum digunakan: v=Vmax[S]Km+[S]

Perubahan Metabolisme Sel

Selain sintesis protein, fase G2 juga ditandai oleh peningkatan aktivitas metabolisme. Sel meningkatkan produksi ATP untuk memenuhi kebutuhan energi dalam pembelahan. Jalur metabolisme seperti glikolisis dan fosforilasi oksidatif diintensifkan.

Hubungan dengan Mitosis

Fase G2 berperan sebagai penghubung antara replikasi DNA dan pembelahan inti. Tanpa fase ini, sel tidak akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan atau mempersiapkan komponen struktural yang diperlukan. Gangguan pada fase G2 dapat menyebabkan aneuploidi atau kerusakan genetik yang memicu apoptosis atau bahkan kanker.

Regulasi Gen pada Fase G2

Ekspresi gen tertentu diaktifkan pada fase G2 untuk mendukung persiapan mitosis. Gen yang mengkode protein struktural spindle, enzim perbaikan DNA, dan regulator checkpoint akan mengalami peningkatan transkripsi. Regulasi ini diatur oleh faktor transkripsi spesifik yang berinteraksi dengan promotor gen.

Metode Analisis Fase G2

Dalam biologi sel, fase G2 dapat dianalisis menggunakan teknik seperti flow cytometry untuk mengukur jumlah DNA dan menentukan distribusi sel dalam siklus sel. Pewarnaan DNA dengan zat fluoresen memungkinkan identifikasi sel yang berada pada fase G2, yang memiliki kandungan DNA dua kali lipat dibanding fase G1.

Signifikansi Klinis

Gangguan pada fase G2 sering dikaitkan dengan perkembangan berbagai penyakit. Misalnya, mutasi pada gen yang mengatur checkpoint dapat menyebabkan proliferasi sel yang tidak terkendali. Beberapa obat kemoterapi menargetkan fase G2 untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dengan memicu kerusakan DNA atau mengganggu sintesis protein penting.

Ringkasan Karakteristik Fase G2

Karakteristik utama fase G2 meliputi:

  1. Terjadi setelah fase S dan sebelum mitosis.
  2. Pemeriksaan integritas DNA melalui G2 checkpoint.
  3. Sintesis protein dan komponen struktural mitosis.
  4. Peningkatan aktivitas metabolisme dan produksi energi.
  5. Regulasi oleh kompleks cyclin-CDK.

Penelitian Terkini

Penelitian terbaru dalam bidang biologi molekuler menunjukkan bahwa fase G2 memiliki peran penting dalam respons sel terhadap stres genotoksik. Pengembangan terapi yang menargetkan checkpoint G2 sedang dikaji untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker. Studi ini juga mengungkapkan adanya interaksi kompleks antara jalur sinyal proliferasi dan mekanisme perbaikan DNA yang memengaruhi lama waktu sel berada di fase G2.