Regulasi Hormon pada Glukoneogenesis

Revision as of 19:42, 30 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Aktivitas glukoneogenesis sangat dipengaruhi oleh berbagai hormon metabolik. Regulasi hormon ini memungkinkan tubuh menyeimbangkan kebutuhan energi dengan ketersediaan glukosa di darah. Ketidakseimbangan regulasi hormon dapat menyebabkan gangguan metabolik seperti diabetes mellitus.

Peran Glukagon

Glukagon adalah hormon utama yang menstimulasi glukoneogenesis selama puasa atau kelaparan. Glukagon meningkatkan ekspresi enzim kunci seperti fosfoenolpiruvat karboksikinase dan glukosa-6-fosfatase.

Efek Insulin

Insulin menghambat glukoneogenesis dengan menekan transkripsi gen enzim-enzim glukoneogenik. Insulin juga meningkatkan pengambilan glukosa oleh jaringan perifer seperti otot dan adiposa.

Hormon Lain yang Terlibat

Kortisol dan adrenalin juga dapat meningkatkan glukoneogenesis, terutama selama stres fisik atau psikologis. Kombinasi efek hormon ini memastikan produksi glukosa tetap terjaga sesuai kebutuhan tubuh.