Hiperaldoateronisme sekunder merupakan kondisi di mana terjadi peningkatan produksi aldosteron akibat rangsangan dari luar kelenjar adrenal. Berbeda dengan hiperaldoateronisme primer, penyebab utama kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada ginjal, jantung, atau sistem vaskular lain yang memicu aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron.
Penyebab Umum
Hiperaldoateronisme sekunder sering disebabkan oleh gagal jantung kongestif, sirosis hati, nefrosis, atau stenosis arteri renalis. Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan penurunan perfusi ginjal, sehingga ginjal merespons dengan meningkatkan sekresi renin dan, pada akhirnya, aldosteron.
Gejala dan Dampak
Gejala yang muncul mirip dengan hiperaldoateronisme primer, seperti hipertensi, kelemahan otot, poliuria, dan gangguan elektrolit khususnya hipokalemia. Namun, penanganan hiperaldoateronisme sekunder harus difokuskan pada penyebab dasarnya, seperti memperbaiki fungsi jantung atau ginjal.
Penatalaksanaan
Terapi pada hiperaldoateronisme sekunder melibatkan penanganan penyakit primer yang mendasari serta penggunaan antagonis aldosteron bila diperlukan. Pengawasan kadar elektrolit dan fungsi ginjal penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.