Limfoma: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi ''''Limfoma''' adalah sekelompok keganasan atau kanker darah yang berkembang dari limfosit, yaitu sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Kanker ini bermula ketika limfosit mengalami mutasi genetik yang menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh tidak terkendali dan tidak mati sebagaimana mestinya (apoptosis). Sel-sel abnormal ini kemudian menumpuk di kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, dan organ lainnya, membentuk tum...' |
|||
| Baris 42: | Baris 42: | ||
Pengobatan limfoma bersifat multidisiplin dan sangat bergantung pada jenis histologis serta stadium penyakit. [[Kemoterapi]] tetap menjadi tulang punggung terapi untuk sebagian besar jenis limfoma agresif. Regimen kemoterapi kombinasi, seperti R-CHOP (Rituximab, Cyclophosphamide, Doxorubicin, Vincristine, dan Prednisone), sering digunakan untuk Limfoma Non-Hodgkin sel B. Dosis obat kemoterapi sitotoksik sering kali dihitung berdasarkan Luas Permukaan Tubuh (''Body Surface Area'' atau BSA) untuk meminimalkan toksisitas sekaligus memaksimalkan efikasi. | Pengobatan limfoma bersifat multidisiplin dan sangat bergantung pada jenis histologis serta stadium penyakit. [[Kemoterapi]] tetap menjadi tulang punggung terapi untuk sebagian besar jenis limfoma agresif. Regimen kemoterapi kombinasi, seperti R-CHOP (Rituximab, Cyclophosphamide, Doxorubicin, Vincristine, dan Prednisone), sering digunakan untuk Limfoma Non-Hodgkin sel B. Dosis obat kemoterapi sitotoksik sering kali dihitung berdasarkan Luas Permukaan Tubuh (''Body Surface Area'' atau BSA) untuk meminimalkan toksisitas sekaligus memaksimalkan efikasi. | ||
Salah satu rumus yang umum digunakan untuk menghitung BSA dalam onkologi adalah rumus Mosteller. Jika | Salah satu rumus yang umum digunakan untuk menghitung BSA dalam onkologi adalah rumus Mosteller. Jika ''L'' adalah luas permukaan tubuh dalam <math>\text{m}^2</math>, ''H'' adalah tinggi badan dalam sentimeter, dan ''W'' adalah berat badan dalam kilogram, maka perhitungannya dapat dinyatakan sebagai berikut: | ||
<math> | :<math display="block">L = \sqrt{\frac{W \times H}{3600}}</math> | ||
L = \sqrt{\frac{W \times H}{3600}} | |||
</math> | |||
Selain kemoterapi, [[terapi radiasi]] sering digunakan untuk mengontrol penyakit lokal atau sebagai terapi konsolidasi setelah kemoterapi. Perkembangan terbaru dalam pengobatan limfoma adalah penggunaan [[imunoterapi]] dan terapi target. Antibodi monoklonal seperti Rituximab bekerja dengan menargetkan protein CD20 pada permukaan sel B, memicu sistem imun untuk menghancurkan sel kanker. Terapi sel T CAR (''Chimeric Antigen Receptor'') merupakan terobosan baru di mana sel T pasien direkayasa secara genetik di laboratorium untuk mengenali dan menyerang sel limfoma, memberikan harapan bagi pasien yang mengalami kekambuhan (relaps). | Selain kemoterapi, [[terapi radiasi]] sering digunakan untuk mengontrol penyakit lokal atau sebagai terapi konsolidasi setelah kemoterapi. Perkembangan terbaru dalam pengobatan limfoma adalah penggunaan [[imunoterapi]] dan terapi target. Antibodi monoklonal seperti Rituximab bekerja dengan menargetkan protein CD20 pada permukaan sel B, memicu sistem imun untuk menghancurkan sel kanker. Terapi sel T CAR (''Chimeric Antigen Receptor'') merupakan terobosan baru di mana sel T pasien direkayasa secara genetik di laboratorium untuk mengenali dan menyerang sel limfoma, memberikan harapan bagi pasien yang mengalami kekambuhan (relaps). | ||