Yield Farming vs Staking
Yield farming dan staking adalah dua metode populer untuk mendapatkan penghasilan pasif di ekosistem blockchain dan DeFi. Meskipun keduanya menawarkan imbal hasil, terdapat perbedaan mendasar dalam mekanisme dan risiko yang terlibat.
Perbedaan Utama
Yield farming biasanya melibatkan penyediaan likuiditas pada liquidity pool dan memperoleh imbalan dari biaya transaksi serta token insentif. Sementara itu, staking melibatkan penguncian aset dalam sebuah proof-of-stake blockchain untuk mendukung keamanan jaringan dan mendapatkan reward.
Risiko yang Dihadapi
Yield farming lebih kompleks dan berisiko tinggi, terutama karena adanya kemungkinan impermanent loss dan bug pada smart contract. Staking cenderung lebih aman, namun biasanya menawarkan imbal hasil lebih rendah.
Pilihan Sesuai Profil Risiko
Pilihan antara yield farming dan staking sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko masing-masing pengguna. Mereka yang mencari imbal hasil tinggi dan siap menanggung risiko bisa memilih yield farming, sementara staking cocok untuk pengguna yang mengutamakan keamanan.