Yield Farming
Yield farming adalah salah satu strategi dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan imbal hasil dengan meminjamkan atau menyediakan likuiditas pada protokol blockchain. Konsep ini menjadi populer seiring dengan berkembangnya berbagai aplikasi DeFi yang menawarkan insentif dalam bentuk token kepada pengguna yang berpartisipasi. Yield farming seringkali dikaitkan dengan risiko tinggi, namun juga menawarkan potensi keuntungan yang besar bagi para pelaku pasar kripto.
Cara Kerja Yield Farming
Yield farming biasanya dilakukan dengan menyimpan aset digital pada sebuah smart contract di platform DeFi, seperti Uniswap, Aave, atau Compound. Pengguna yang menyediakan likuiditas akan menerima token khusus yang mewakili kepemilikan mereka dalam pool, dan selanjutnya memperoleh bagian dari biaya transaksi serta insentif tambahan dalam bentuk token proyek.
Risiko yang Terkait
Yield farming tidak lepas dari risiko, seperti impermanent loss, kerentanan pada smart contract, serta kemungkinan nilai token insentif yang fluktuatif. Selain itu, proyek-proyek baru sering kali memiliki potensi rug pull, di mana pengembang menarik dana pengguna secara tiba-tiba.
Peran dalam Ekosistem DeFi
Yield farming telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekosistem DeFi, meningkatkan likuiditas dan memperluas penggunaan berbagai protokol. Namun, penting bagi pengguna untuk memahami risiko dan melakukan riset sebelum terjun ke dalam aktivitas ini.