Turbin uap adalah jenis turbin yang menggunakan energi kinetik dari uap air untuk menggerakkan sudu-sudu dan menghasilkan energi mekanik. Sejak ditemukan oleh Charles Parsons pada akhir abad ke-19, turbin uap menjadi tulang punggung industri pembangkit listrik di seluruh dunia. Teknologi ini memanfaatkan tekanan tinggi uap yang dihasilkan dari pemanasan air, biasanya menggunakan bahan bakar fosil atau nuklir.

Cara Kerja Turbin Uap

Dalam turbin uap, uap bertekanan tinggi dialirkan ke deretan sudu yang terpasang pada rotor. Uap tersebut menyebabkan rotor berputar dengan kecepatan tinggi. Energi rotasi dari rotor kemudian diteruskan ke generator untuk menghasilkan listrik. Setelah melewati turbin, uap yang tekanannya telah berkurang dikondensasikan kembali menjadi air untuk digunakan kembali dalam siklus tertutup.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan utama dari turbin uap adalah kemampuannya menghasilkan daya besar secara kontinu. Namun, efisiensi termalnya sangat tergantung pada suhu dan tekanan uap yang dihasilkan. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil dalam pembangkit listrik tenaga uap menyebabkan emisi karbon yang tinggi, sehingga mulai dikembangkan teknologi ramah lingkungan seperti PLTN.

Aplikasi Turbin Uap

Selain digunakan dalam pembangkit listrik, turbin uap juga diaplikasikan di kapal uap dan berbagai industri yang membutuhkan tenaga mekanik besar. Turbin uap tetap menjadi salah satu teknologi utama dalam sistem tenaga modern, meskipun kini mulai bersaing dengan turbin gas dan turbin angin.