Thorium adalah unsur kimia dengan lambang Th dan nomor atom 90. Ia adalah sebuah aktinida, yang berarti ia termasuk dalam kelompok unsur-unsur yang memiliki nomor atom dari 89 hingga 103. Thorium adalah logam radioaktif yang sangat lunak, berwarna putih keperakan, dan dapat berubah menjadi kehitaman saat terpapar udara, membentuk lapisan oksida pada permukaannya. Unsur ini dinamai dari Thor, dewa petir dalam mitologi Nordik.

Sejarah Penemuan

Thorium pertama kali ditemukan pada tahun 1828 oleh kimiawan Swedia, Jöns Jacob Berzelius. Ia mengisolasi unsur ini dari mineral yang dikenal sebagai monasit, yang diperoleh dari sebuah tambang di Swedia. Berzelius awalnya percaya bahwa ia telah menemukan unsur baru, namun setelah analisis lebih lanjut, ia menyadari bahwa mineral tersebut mengandung unsur yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh peneliti lain, meskipun dalam jumlah yang sangat kecil. Penemuan Berzelius kemudian dikonfirmasi dan unsur ini dinamai Thorium.

Sifat Fisik dan Kimia

Thorium murni adalah logam yang sangat lunak, dapat ditempa, dan mudah dibentuk. Ia memiliki titik leleh yang sangat tinggi, sekitar 1750 °C, dan titik didih sekitar 4788 °C. Secara kimia, thorium adalah unsur yang relatif reaktif. Ia bereaksi dengan oksigen di udara membentuk thorium dioksida (ThO₂), yang sering disebut sebagai "thorianite" atau "cerium earth". Thorium juga larut dalam asam, meskipun ia lebih resisten terhadap serangan asam dibandingkan unsur aktinida lainnya.

Isotop

Thorium memiliki beberapa isotop, namun yang paling umum dan stabil adalah thorium-232 (²³²Th). Isotop ini memiliki waktu paruh yang sangat panjang, yaitu sekitar 1,4 x 10¹⁰ tahun, yang menjadikannya sangat melimpah di alam. Isotop thorium lainnya, seperti thorium-230 (²³⁰Th) dan thorium-228 (²²⁸Th), memiliki waktu paruh yang jauh lebih pendek dan merupakan produk peluruhan dari isotop lainnya dalam rantai peluruhan uranium dan thorium.

  • ²³²Th: Waktu paruh ~1,4 x 10¹⁰ tahun, produk peluruhan utama.
  • ²³⁰Th: Waktu paruh ~75.380 tahun, produk peluruhan dari ²³⁸U.
  • ²²⁸Th: Waktu paruh ~1,91 tahun, produk peluruhan dari ²³²Th.

Kelimpahan dan Sumber

Thorium adalah unsur yang relatif melimpah di kerak bumi, diperkirakan memiliki kelimpahan sekitar 6 hingga 12 bagian per juta (ppm). Ia ditemukan di berbagai mineral, terutama dalam bentuk thorium dioksida (ThO₂). Mineral monasit adalah sumber utama thorium, karena mengandung sekitar 4-8% thorium oksida. Sumber penting lainnya adalah thorianite dan bastnasite.

Produksi dan Penggunaan

Produksi thorium biasanya melibatkan ekstraksi dari mineral monasit melalui proses kimia yang kompleks. Thorium murni sangat sulit diperoleh karena sifatnya yang radioaktif dan reaktif. Penggunaan thorium secara historis telah bervariasi, termasuk dalam:

  1. Pembuatan bahan bakar untuk reaktor nuklir.
  2. Lapisan pada elektroda kawat las (sebagai pengganti radium).
  3. Dalam industri keramik untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan panas.
  4. Sebagai komponen dalam tabung vakum dan lampu pijar.
  5. Dalam pembuatan kaca optik untuk meningkatkan indeks bias.

Thorium sebagai Bahan Bakar Nuklir

Salah satu potensi penggunaan thorium yang paling signifikan adalah sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir. Thorium-232 bukanlah bahan fisil (materials that can sustain a nuclear chain reaction), namun ia dapat menyerap neutron dan berubah menjadi uranium-233 (233U), yang merupakan bahan fisil. Proses ini dikenal sebagai breeding:

90232Th+n90233Thβ91233Paβ92233U

Uranium-233 kemudian dapat mengalami fisi nuklir, melepaskan energi dan neutron yang dapat digunakan untuk melanjutkan reaksi berantai atau untuk mengubah lebih banyak thorium-232 menjadi uranium-233. Siklus bahan bakar thorium ini menawarkan alternatif energi yang menjanjikan dengan efisiensi tinggi dan potensi limbah radioaktif yang lebih rendah dibandingkan uranium.