Strategi Adaptasi Parasit
Parasit memiliki berbagai strategi adaptasi agar dapat bertahan hidup dan berkembang biak di tubuh inang. Adaptasi ini mencakup perubahan morfologi, fisiologi, dan perilaku yang memudahkan parasit untuk menghindari sistem pertahanan inang.
Adaptasi Morfologi
Beberapa parasit mengalami perubahan bentuk tubuh, seperti memiliki alat penghisap atau kait untuk menempel di tubuh inang. Contohnya, cacing pita memiliki kait dan alat hisap di kepalanya agar tidak mudah terlepas dari usus inang.
Adaptasi Fisiologi
Parasit sering kali menghasilkan enzim atau senyawa khusus yang dapat menekan atau mengelabui sistem imun inang. Ini memungkinkan parasit bertahan hidup lebih lama dan berkembang biak di dalam tubuh inang.
Adaptasi Perilaku
Parasit juga dapat mengubah perilaku inang agar mendukung siklus hidupnya. Misalnya, beberapa parasit pada serangga dapat mempengaruhi perilaku inang untuk meningkatkan peluang transmisi ke inang berikutnya.