Sporofit dan Adaptasi Lingkungan
Sporofit menunjukkan berbagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan tempat tumbuhan hidup. Adaptasi ini sangat penting untuk menghadapi tantangan lingkungan, seperti kekeringan, suhu ekstrem, maupun persaingan dengan organisme lain.
Adaptasi Struktural Sporofit
Struktur sporofit yang memiliki jaringan pengangkut air dan nutrisi (xilem dan floem) memungkinkan tumbuhan berpembuluh untuk hidup di lingkungan yang kering. Daun yang tebal, kutikula berlilin, dan stomata juga merupakan bentuk adaptasi sporofit.
Adaptasi Reproduksi
Beberapa sporofit menghasilkan spora yang tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Pada tumbuhan berbiji, sporofit melindungi calon tumbuhan baru di dalam biji, sehingga dapat bertahan hingga kondisi lingkungan membaik.
Pengaruh Adaptasi terhadap Persebaran
Kemampuan adaptasi sporofit menentukan jangkauan persebaran tumbuhan. Tumbuhan dengan sporofit yang adaptif dapat menjajah area yang luas dan beragam, mulai dari kawasan tropis hingga daerah kutub.