Sniffing sebagai Ancaman Insider
Sniffing tidak hanya dilakukan oleh pihak luar, tetapi juga dapat menjadi ancaman dari dalam organisasi. Pelaku insider, seperti karyawan atau administrator jaringan, memiliki akses yang lebih besar untuk melakukan sniffing tanpa terdeteksi. Oleh karena itu, ancaman dari dalam seringkali lebih sulit untuk diidentifikasi dan dicegah.
Motif Insider melakukan Sniffing
Motif pelaku insider dalam melakukan sniffing sangat beragam, mulai dari keingintahuan, sabotase, hingga pencurian informasi rahasia. Mereka dapat memanfaatkan hak akses yang dimiliki untuk mengamati lalu lintas data di jaringan internal.
Dampak Insider Sniffing
Sniffing oleh insider dapat menyebabkan kebocoran data sensitif, kerugian finansial, hingga merusak reputasi organisasi. Kasus-kasus insider threat seringkali sulit diungkap karena pelaku telah memahami struktur dan kelemahan jaringan.
Strategi Pencegahan
Untuk mencegah ancaman insider, organisasi perlu menerapkan akses terbatas, audit rutin, serta menggunakan intrusion detection system untuk memonitor aktivitas mencurigakan di jaringan. Edukasi keamanan kepada karyawan juga penting untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko sniffing.