Sistem tiga domain
Tampilan
Sistem tiga domain adalah suatu kerangka klasifikasi biologi modern yang mengelompokkan seluruh organisme hidup ke dalam tiga kelompok utama berdasarkan analisis genetika dan filogeni molekuler. Sistem ini dikembangkan oleh Carl Woese pada akhir abad ke-20 untuk menggantikan sistem lima kingdom yang sebelumnya digunakan. Tiga domain tersebut adalah Bacteria, Archaea, dan Eukarya, yang dibedakan terutama berdasarkan urutan RNA ribosom (rRNA), struktur membran sel, serta mekanisme transkripsi dan translasi dalam biokimia sel. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan evolusi antar organisme dan menjadi dasar bagi banyak studi mikrobiologi dan taksonomi modern.
1. Sejarah dan Pengembangan
- Carl Woese
- Sistem klasifikasi biologis
- Analisis filogenetik
- RNA ribosom 16S dan 18S
- Molekul penanda evolusi
- Taksonomi modern
2. Domain Bacteria
- Ciri-ciri Bacteria
- Dinding sel peptidoglikan
- Metabolisme bakteri
- Reproduksi prokariot
- Bakteri gram positif
- Bakteri gram negatif
- Fotosintesis bakteri
- Peran bakteri dalam ekosistem
3. Domain Archaea
- Ciri-ciri Archaea
- Membran sel archaea
- Metabolisme ekstremofil
- Archaea metanogen
- Archaea halofil
- Archaea termofil
- Reproduksi prokariot archaea
- Peran archaea dalam ekosistem
4. Domain Eukarya
- Ciri-ciri Eukarya
- Sel eukariotik
- Organel sel
- Reproduksi seksual
- Kingdom Protista
- Kingdom Plantae
- Kingdom Fungi
- Kingdom Animalia
5. Metode Klasifikasi
- Filogeni molekuler
- Urutan gen rRNA
- Analisis genom
- Pohon filogenetik
- Kladistik
- Mikroskop elektron
- Biologi molekuler
6. Perbedaan Struktural dan Biokimia
7. Signifikansi Ilmiah
- Evolusi
- Ekologi mikroba
- Bioteknologi
- Genetika
- Pengelompokan organisme
- Penelitian genom
- Konservasi keanekaragaman hayati