Jump to content

Sejarah Ragi Tempe

From Wiki Berbudi

Ragi tempe telah digunakan selama berabad-abad sebagai bahan utama dalam pembuatan tempe, makanan tradisional Indonesia yang terkenal. Masyarakat Jawa diyakini sebagai pelopor penggunaan ragi tempe, yang awalnya dibuat secara turun-temurun dengan metode sederhana. Seiring waktu, teknik pembuatan ragi tempe mengalami perkembangan dan penyempurnaan.

Asal Usul Penggunaan Ragi

Penggunaan ragi tempe diyakini sudah ada sejak abad ke-17 di Pulau Jawa. Pada masa itu, masyarakat mengamati proses alami fermentasi kedelai yang dilakukan oleh jamur dari lingkungan sekitar, terutama dari daun waru atau daun pisang. Dari pengalaman ini, mereka mulai mengisolasi dan mengembangkan ragi secara mandiri.

Perkembangan Metode Pembuatan

Pada awalnya, ragi tempe dibuat dengan cara sederhana, misalnya menggunakan sisa tempe lama yang sudah berjamur atau dengan menaburkan tepung beras pada tempe yang matang. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, produksi ragi tempe kini dilakukan secara higienis di laboratorium dengan pengawasan ketat.

Penyebaran ke Dunia Internasional

Dengan meningkatnya popularitas tempe sebagai makanan sehat, ragi tempe juga dikenal di berbagai negara. Banyak perusahaan pangan di luar negeri yang memproduksi ragi tempe secara komersial untuk memenuhi permintaan pasar internasional, sehingga makanan ini semakin mendunia.