Reaktor reproduksi cepat telah menjadi bagian penting dalam sejarah teknologi nuklir sejak pertengahan abad ke-20. Pengembangan reaktor ini bermula dari kebutuhan untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya uranium yang terbatas dan untuk menghasilkan plutonium sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan militer.

Awal Mula dan Inovasi

Pengembangan reaktor reproduksi cepat pertama kali dilakukan pada era Perang Dingin, ketika negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Inggris berlomba-lomba mengembangkan teknologi nuklir. Reaktor eksperimental seperti EBR-I di Amerika Serikat menjadi tonggak penting dalam sejarah ini.

Era Komersialisasi

Pada dekade 1970-an dan 1980-an, beberapa negara mulai mengoperasikan reaktor reproduksi cepat dalam skala komersial, seperti BN-600 di Rusia dan Superphénix di Prancis. Namun, tantangan teknologi dan ekonomi menyebabkan banyak proyek dihentikan atau dialihkan.

Perkembangan Terkini

Kini, pengembangan reaktor reproduksi cepat terus dilanjutkan terutama di Rusia, Tiongkok, dan India. Reaktor ini dianggap sebagai solusi masa depan untuk pengelolaan sumber daya nuklir dan limbah radioaktif.