Jump to content

Sejarah Pengembangan Angka Oktan

From Wiki Berbudi

Konsep angka oktan dikembangkan pada awal abad ke-20 untuk mengatasi masalah knocking yang sering terjadi pada mesin pembakaran dalam. Perkembangan teknologi mesin dan bahan bakar mendorong kebutuhan akan metode standar untuk mengukur kualitas bensin berdasarkan kemampuannya menahan pembakaran spontan.

Penemuan dan Standarisasi

Penentuan angka oktan pertama kali dilakukan oleh Graham Edgar pada tahun 1920-an. Ia menggunakan isooktan dan n-heptana sebagai standar untuk skala angka oktan. Metode ini kemudian diadopsi secara luas di seluruh dunia.

Dampak pada Industri Otomotif

Dengan adanya angka oktan, produsen kendaraan dapat merancang mesin dengan rasio kompresi yang lebih tinggi, meningkatkan efisiensi, dan performa kendaraan. Standarisasi angka oktan juga mendorong inovasi dalam formulasi bensin dan aditif bahan bakar.

Implikasi Lingkungan dan Regulasi

Seiring berkembangnya kesadaran lingkungan, pengembangan angka oktan juga diikuti dengan regulasi penggunaan aditif yang ramah lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi emisi zat berbahaya seperti timbal dan mendorong penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih bersih.