Sejarah Penemuan Transduksi Genetik
Transduksi genetik pertama kali ditemukan pada tahun 1952 oleh Norton Zinder dan Joshua Lederberg. Penemuan ini menandai kemajuan penting dalam bidang genetika bakteri dan memperluas pemahaman tentang mekanisme transfer gen pada mikroorganisme.
Eksperimen Awal
Penelitian awal dilakukan dengan menggunakan Salmonella typhimurium, di mana mereka menemukan bahwa transfer sifat tertentu dapat terjadi tanpa kontak fisik antara dua bakteri, tetapi membutuhkan kehadiran bakteriofag.
Dampak Penemuan
Penemuan transduksi membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang transfer gen horizontal dan evolusi bakteri. Hal ini juga mendasari pengembangan teknik rekayasa genetika di masa depan.
Tokoh Penting dalam Penelitian Transduksi
Selain Zinder dan Lederberg, banyak peneliti lain yang berkontribusi dalam mengungkap mekanisme dan aplikasi transduksi, memperkaya pengetahuan tentang interaksi antara virus dan bakteri.