Sejarah Penemuan Lisosom
Lisosom merupakan salah satu organel terpenting dalam biologi sel. Penemuan lisosom menandai kemajuan besar dalam pemahaman tentang dinamika kehidupan sel dan pencernaan intraseluler. Peran lisosom dalam menjaga kebersihan dan kesehatan sel baru diketahui sekitar pertengahan abad ke-20.
Penemu Lisosom
Lisosom pertama kali ditemukan oleh Christian de Duve, seorang ahli biokimia asal Belgia, pada tahun 1955. Penemuan ini terjadi ketika de Duve sedang meneliti enzim pada hati tikus dan menemukan adanya fraksi subseluler yang mengandung enzim hidrolase asam.
Kontribusi Penemuan
Penemuan lisosom membuka jalan bagi pemahaman tentang proses autofagi dan degradasi organel di dalam sel. De Duve kemudian mendapatkan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1974 atas kontribusinya.
Perkembangan Riset Selanjutnya
Setelah penemuan lisosom, banyak penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis enzim lisosom, mekanisme pembentukan, dan peranannya dalam berbagai proses fisiologis dan patologis.