Sejarah Neuromarketing
Neuromarketing mulai dikenal luas pada awal abad ke-21, meskipun akar konsepnya sudah ada sejak eksplorasi awal tentang perilaku konsumen dan psikologi pemasaran. Istilah "neuromarketing" sendiri pertama kali diperkenalkan oleh profesor Harvard, Ale Smidts, pada tahun 2002. Sejak saat itu, semakin banyak perusahaan dan institusi akademik yang meneliti hubungan antara otak, perilaku, dan keputusan pembelian.
Perkembangan Awal
Pada awalnya, penelitian neuromarketing lebih banyak dilakukan di laboratorium dengan partisipan terbatas. Berkat kemajuan teknologi neurosains, seperti fMRI dan EEG, riset menjadi lebih mudah dan murah untuk dilakukan.
Munculnya Lembaga Penelitian
Seiring meningkatnya minat, lembaga-lembaga riset khusus neuromarketing bermunculan, seperti The Neurosense dan Nielsen Neuro. Mereka membantu perusahaan besar mengadopsi pendekatan ini dalam kampanye pemasaran mereka.
Tren Masa Kini
Kini, neuromarketing telah menjadi bagian penting dari penelitian pasar modern. Berbagai universitas di seluruh dunia membuka program khusus tentang neuromarketing, dan kolaborasi antara peneliti serta pelaku industri semakin erat.