Sejarah Kayu Cendana di Indonesia
Kayu cendana memiliki sejarah panjang di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Sejak zaman kerajaan, kayu cendana telah menjadi komoditas perdagangan yang sangat berharga. Nilai ekonomis kayu ini bahkan membuatnya disebut sebagai "emas hijau" oleh masyarakat setempat.
Awal Mula Pemanfaatan
Pemanfaatan kayu cendana di Indonesia sudah dimulai sejak masa Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Timor. Kayu ini menjadi barang dagangan utama yang diekspor ke Tiongkok, India, dan negara-negara Timur Tengah. Cendana juga sering dijadikan sebagai persembahan kepada raja-raja dan bangsawan.
Masa Penjajahan
Saat masa penjajahan Belanda, perdagangan kayu cendana diatur secara ketat oleh pemerintah kolonial. Monopoli perdagangan menyebabkan eksploitasi besar-besaran terhadap hutan cendana, sehingga populasi pohon cendana menurun drastis.
Peran dalam Budaya Lokal
Kayu cendana tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai budaya. Dalam tradisi masyarakat Timor, cendana sering digunakan dalam upacara adat dan pembuatan benda pusaka. Hingga kini, pelestarian kayu cendana menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah setempat.