Aktivitas monosit dalam sistem imun tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti infeksi, tetapi juga oleh hormon yang beredar dalam tubuh. Hormon-hormon tertentu dapat meningkatkan atau menekan fungsi monosit sesuai kebutuhan fisiologis tubuh.

Pengaruh Hormon Steroid

Glukokortikoid, seperti kortisol, memiliki efek imunosupresif yang dapat menekan aktivitas monosit, termasuk kemampuan fagositosis dan produksi sitokin. Hal ini bermanfaat dalam mengendalikan respon inflamasi berlebih, namun dapat meningkatkan risiko infeksi jika kadarnya terlalu tinggi.

Hormon Pertumbuhan dan Sitokin

Hormon lain seperti hormon pertumbuhan dan berbagai sitokin juga dapat mempengaruhi proliferasi dan diferensiasi monosit. Sitokin seperti interleukin-4 dan interleukin-10 dapat mendorong monosit untuk berdiferensiasi menjadi tipe makrofag yang berbeda.

Implikasi Terapeutik

Pemahaman tentang pengaruh hormon terhadap monosit penting untuk pengembangan terapi imun, terutama pada penyakit autoimun dan inflamasi kronis. Manipulasi kadar hormon tertentu bisa digunakan untuk mengatur aktivitas monosit secara klinis.