Reaksi Maillard merupakan salah satu bentuk pencokelatan nonenzimatik yang paling terkenal dalam dunia kimia pangan. Proses ini terjadi ketika gula pereduksi bereaksi dengan asam amino atau protein pada suhu tinggi, menghasilkan senyawa berwarna cokelat yang kompleks. Reaksi ini ditemukan oleh Louis-Camille Maillard pada awal abad ke-20.

Mekanisme Reaksi Maillard

Reaksi Maillard dimulai dengan interaksi antara gugus karbonil dari gula dan gugus amino dari asam amino. Proses ini kemudian berlanjut melalui serangkaian reaksi pembentukan senyawa intermediat, seperti aldosamin dan Amadori compound. Akhirnya, terbentuklah senyawa melanoidin yang memberikan warna cokelat pada makanan.

Dampak pada Makanan

Reaksi Maillard sangat memengaruhi karakteristik sensorik makanan, termasuk warna, aroma, dan rasa. Misalnya, aroma khas pada roti panggang, kopi, dan daging bakar merupakan hasil dari reaksi ini. Namun, reaksi ini juga bisa menurunkan ketersediaan lisin, sebuah asam amino esensial.

Pengendalian Reaksi Maillard

Pengendalian reaksi Maillard penting dalam industri pangan agar tidak menghasilkan senyawa yang berpotensi berbahaya, seperti akrilamida. Beberapa faktor yang memengaruhi laju reaksi adalah suhu, pH, kadar air, dan jenis gula atau asam amino yang ada dalam bahan pangan.