Rasio Fenotip pada Persilangan Dihibrid
Persilangan dihibrid menghasilkan rasio fenotip yang lebih kompleks dibandingkan persilangan monohibrid. Rasio ini menunjukkan perbandingan jumlah individu dengan kombinasi dua sifat yang berbeda. Studi tentang rasio ini penting dalam memahami pewarisan dua gen sekaligus.
Rasio Fenotip 9:3:3:1
Pada generasi kedua (F2) dari persilangan dihibrid, rasio fenotip yang muncul adalah 9:3:3:1. Hal ini berarti, dari 16 kemungkinan keturunan, sembilan bagian akan memiliki kedua sifat dominan, tiga bagian memiliki satu sifat dominan dan satu resesif, tiga bagian lainnya sebaliknya, dan satu bagian memiliki kedua sifat resesif.
Ilustrasi Menggunakan Diagram Punnett
Diagram Punnett empat kotak digunakan untuk mengilustrasikan semua kemungkinan kombinasi alel pada persilangan dihibrid. Setiap kombinasi menghasilkan fenotip yang berbeda-beda sesuai dengan hukum asortasi bebas.
Pentingnya Analisis Rasio Fenotip Dihibrid
Analisis rasio fenotip pada persilangan dihibrid sangat penting dalam genetika kuantitatif dan membantu pemulia dalam memilih induk yang tepat untuk memperoleh sifat unggul pada generasi berikutnya.