Prinsip Desain Microservices
Desain microservices mengikuti serangkaian prinsip yang memastikan layanan dapat berjalan secara efisien dan terintegrasi. Prinsip-prinsip ini menjadi pedoman dalam membangun sistem yang scalable, reliable, dan mudah dikembangkan. Tanpa prinsip yang jelas, microservices dapat menimbulkan masalah kompleksitas dan komunikasi antar layanan.
Single Responsibility Principle
Setiap layanan pada arsitektur microservices harus memiliki satu tanggung jawab utama, sesuai dengan prinsip single responsibility principle. Hal ini membuat layanan lebih mudah dipelihara dan dikembangkan.
Desentralisasi Data
Microservices mendorong penggunaan database yang terpisah untuk setiap layanan, sehingga mengurangi ketergantungan antar komponen. Pendekatan ini membantu menjaga integritas data dan memudahkan pengelolaan skala.
Automasi dan Pengujian
Automasi dalam deployment dan pengujian sangat penting dalam microservices. Setiap perubahan pada layanan harus melalui pipeline CI/CD untuk memastikan kualitas dan keandalan sistem secara keseluruhan.