Token economy didasarkan pada prinsip-prinsip dasar dalam psikologi perilaku, khususnya dari teori pengondisian operan. Sistem ini memanfaatkan token sebagai penguat sekunder untuk memperkuat perilaku yang diinginkan. Token diberikan setiap kali seseorang menunjukkan perilaku positif yang telah ditentukan sebelumnya, yang kemudian dapat ditukar dengan hadiah atau fasilitas tertentu.

Penguatan Sekunder

Token merupakan contoh klasik dari penguatan sekunder, yaitu penguat yang tidak memiliki nilai intrinsik tetapi memperoleh nilai karena dapat ditukar dengan penguat primer seperti makanan atau aktivitas favorit. Penguatan sekunder memungkinkan sistem token economy untuk digunakan secara fleksibel di berbagai konteks.

Penentuan Perilaku Sasaran

Sebelum sistem diterapkan, perilaku yang ingin diperkuat harus didefinisikan secara jelas dan terukur. Ini penting agar individu memahami apa yang diharapkan dan agar pengelola sistem dapat memberikan token dengan konsisten. Biasanya, perilaku sasaran mencakup keterampilan sosial, tugas rumah, atau perilaku kepatuhan.

Penukaran Token

Setelah sejumlah token terkumpul, individu dapat menukarkannya dengan hadiah yang telah disepakati. Proses penukaran ini membantu membangun hubungan antara perilaku positif dan konsekuensi menyenangkan. Dalam banyak kasus, variasi hadiah dan tingkat penukaran disesuaikan agar tetap menarik dan efektif.