Prinsip-Prinsip Zero Trust
Zero trust dibangun di atas sejumlah prinsip utama yang membedakannya dari model keamanan tradisional. Prinsip-prinsip ini menjadi acuan dalam merancang dan mengimplementasikan sistem keamanan yang tangguh di lingkungan organisasi yang kompleks dan dinamis.
Never Trust, Always Verify
Prinsip utama zero trust adalah "never trust, always verify". Tidak ada satupun perangkat, pengguna, maupun aplikasi yang dianggap tepercaya secara otomatis, bahkan jika mereka berada di dalam jaringan internal organisasi. Setiap permintaan akses harus melalui proses verifikasi identitas dan hak akses.
Least Privilege Access
Zero trust juga menerapkan prinsip least privilege, yaitu memberikan hak akses paling minimal yang diperlukan untuk menjalankan tugas. Dengan demikian, jika terjadi pelanggaran, dampaknya dapat diminimalkan karena pelaku tidak mendapatkan akses luas ke seluruh sistem.
Microsegmentation dan Monitoring
Zero trust mendorong organisasi untuk melakukan microsegmentation, yaitu membagi jaringan menjadi segmen-segmen kecil agar akses dapat dikontrol dengan lebih ketat. Selain itu, monitoring dan analisis aktivitas secara real-time sangat penting untuk mendeteksi dan merespons ancaman dengan cepat.