Jump to content

Pertanian Vertikal dan Urban Farming dalam Agtech

From Wiki Berbudi

Pertanian vertikal dan urban farming merupakan dua konsep inovatif yang didukung oleh Agtech untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan di perkotaan. Dengan memanfaatkan teknologi canggih, pertanian vertikal memungkinkan budidaya tanaman dalam ruangan dengan tumpukan rak secara vertikal. Urban farming, di sisi lain, mengacu pada praktik bercocok tanam di lingkungan kota.

Teknologi di Balik Pertanian Vertikal

Pertanian vertikal mengandalkan sistem hidroponik, aeroponik, dan pencahayaan LED yang diatur secara otomatis menggunakan sensor. Teknologi ini memastikan tanaman mendapat nutrisi, air, dan cahaya yang optimal meski berada di ruang terbatas.

Manfaat Urban Farming

Urban farming memberikan akses pangan segar di lingkungan perkotaan, mengurangi jejak karbon dari distribusi pangan, serta membuka peluang kewirausahaan baru. Banyak komunitas di kota-kota besar mulai memanfaatkan atap gedung dan lahan kosong untuk bertani secara modern.

Tantangan dan Masa Depan

Kendala utama yang dihadapi adalah biaya investasi awal, pengetahuan teknis, dan ketersediaan lahan di kota. Namun, dengan dukungan teknologi Agtech, pertanian vertikal dan urban farming berpotensi menjadi solusi pangan masa depan di kawasan urban.