Persilangan Dihibrid: Studi Dua Sifat Sekaligus
Persilangan dihibrid adalah eksperimen genetika yang melibatkan dua sifat yang diamati secara bersamaan. Berbeda dengan persilangan monohibrid, persilangan ini membantu memahami interaksi antara dua gen dan bagaimana sifat-sifat tersebut diwariskan secara bersamaan. Gregor Mendel juga melakukan percobaan dihibrid pada tanaman ercis.
Mekanisme Persilangan Dihibrid
Dalam persilangan dihibrid, dua pasangan alel yang berbeda untuk dua sifat akan disilangkan. Contohnya, pada tanaman ercis, Mendel mengamati warna biji (kuning/hijau) dan bentuk biji (bulat/keriput). Hasil persilangan ini menghasilkan variasi kombinasi sifat pada keturunannya.
Hukum Asortasi Bebas Mendel
Hasil dari persilangan dihibrid melahirkan hukum kedua Mendel, yaitu hukum asortasi bebas. Hukum ini menyatakan bahwa alel untuk satu sifat akan diwariskan secara bebas tanpa terpengaruh oleh alel sifat lain. Dengan demikian, kombinasi genotip keturunan akan mengikuti rasio fenotip 9:3:3:1 pada F2.
Pentingnya Persilangan Dihibrid dalam Genetika
Studi persilangan dihibrid sangat penting dalam pemahaman genom dan rekombinasi genetik. Pengetahuan ini diaplikasikan pada pemuliaan tanaman dan hewan agar memperoleh kombinasi sifat unggul.