Peristalsis di Kerongkongan
Peristalsis merupakan mekanisme utama yang memungkinkan makanan dan minuman bergerak dari mulut menuju lambung melalui saluran kerongkongan. Proses ini dimulai segera setelah seseorang menelan makanan, di mana gerakan otot polos di kerongkongan bekerja secara otomatis.
Proses Menelan dan Peristalsis
Saat makanan dikunyah dan dibentuk menjadi bolus, otot-otot di tenggorokan dan faring mendorong bolus ke dalam kerongkongan. Selanjutnya, gelombang peristaltik di kerongkongan menggerakkan bolus secara bertahap menuju lambung.
Koordinasi Sistem Saraf
Peristalsis di kerongkongan sangat bergantung pada koordinasi sistem saraf, terutama saraf vagus. Saraf ini mengirimkan sinyal untuk memulai kontraksi dan relaksasi otot polos secara berurutan. Jika terjadi gangguan pada saraf ini, peristalsis bisa terganggu dan menyebabkan kesulitan menelan (disfagia).
Gangguan Peristalsis di Kerongkongan
Beberapa penyakit seperti achalasia, striktur, atau GERD dapat menghambat peristalsis di kerongkongan. Kondisi ini sering kali memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan perawatan khusus untuk mengembalikan fungsi peristaltik normal.