Jump to content

Perbedaan Gig Economy dan Ekonomi Tradisional

From Wiki Berbudi

Gig economy dan ekonomi tradisional memiliki perbedaan mendasar dalam hubungan kerja dan struktur organisasi. Gig economy menawarkan fleksibilitas dan kebebasan kepada pekerja, sedangkan ekonomi tradisional cenderung mengedepankan stabilitas dan ikatan kerja jangka panjang. Kedua model ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Hubungan Kerja

Dalam ekonomi tradisional, pekerja biasanya menjadi karyawan tetap dengan kontrak kerja yang jelas dan memperoleh berbagai fasilitas seperti tunjangan kesehatan dan cuti tahunan. Sebaliknya, di gig economy, hubungan kerja bersifat sementara dan berbasis proyek, tanpa jaminan fasilitas atau status karyawan.

Struktur Organisasi

Ekonomi tradisional umumnya memiliki struktur organisasi yang hierarkis dengan pembagian tugas yang jelas. Sementara itu, gig economy lebih mengandalkan kerja mandiri, di mana pekerja bertanggung jawab atas tugas dan waktu mereka sendiri. Platform digital menjadi penghubung utama antara pekerja dan pelanggan.

Keamanan dan Risiko

Ekonomi tradisional menawarkan tingkat keamanan kerja yang lebih tinggi, seperti pesangon jika terjadi pemutusan hubungan kerja. Sementara itu, pekerja gig menghadapi risiko pendapatan tidak pasti, kurangnya perlindungan hukum, dan minimnya akses terhadap jaminan sosial.