Jump to content

Perbedaan Design Thinking dan Problem Solving Konvensional

From Wiki Berbudi

Design Thinking menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan metode pemecahan masalah konvensional. Jika problem solving tradisional cenderung linear dan berbasis logika, Design Thinking lebih mengutamakan proses iteratif serta eksplorasi solusi kreatif.

Pendekatan Linear vs Non-linear

Metode konvensional biasanya mengikuti langkah-langkah tetap dari identifikasi masalah hingga solusi akhir. Sebaliknya, Design Thinking bersifat non-linear, di mana tahapan seperti ideation dan prototyping dapat dilakukan berulang kali sesuai kebutuhan.

Fokus pada Pengguna

Dalam Design Thinking, fokus utama adalah kebutuhan dan pengalaman pengguna. Problem solving konvensional sering kali hanya berfokus pada efisiensi proses atau output akhir tanpa mempertimbangkan aspek user experience.

Hasil dan Dampak

Pendekatan Design Thinking menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan relevan dengan konteks pengguna. Sementara itu, metode konvensional lebih cocok digunakan untuk masalah yang sifatnya teknis dan sudah memiliki solusi baku.