Perbandingan Teori Belajar Humanistik dengan Teori Lain
Teori belajar humanistik memiliki karakteristik yang membedakannya dari teori-teori belajar lain, seperti behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme. Perbedaan ini terletak pada pandangan terhadap peserta didik, tujuan pembelajaran, serta peran guru dalam proses pembelajaran.
Perbandingan dengan Behaviorisme
Behaviorisme menekankan pada perubahan perilaku yang dapat diamati sebagai hasil dari stimulus dan respons. Sebaliknya, teori humanistik lebih menekankan aspek subjektif, pengalaman pribadi, dan motivasi intrinsik dalam belajar. Humanistik juga memandang siswa sebagai individu yang aktif dan memiliki kebebasan dalam belajar.
Perbandingan dengan Kognitivisme
Kognitivisme fokus pada proses mental yang terjadi dalam pikiran siswa, seperti memori dan pemecahan masalah. Sementara itu, teori humanistik menempatkan pengalaman emosional dan motivasi sebagai faktor utama dalam belajar. Keduanya sama-sama mengakui pentingnya proses internal, namun humanistik lebih menekankan aspek personal dan perkembangan diri.
Perbandingan dengan Konstruktivisme
Konstruktivisme dan humanistik sama-sama menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Namun, konstruktivisme lebih banyak membahas bagaimana pengetahuan dikonstruksi melalui interaksi dengan lingkungan, sedangkan humanistik lebih menekankan pada pengembangan potensi dan aktualisasi diri.