Perbandingan Serverless dengan Arsitektur Tradisional
Serverless dan arsitektur tradisional memiliki pendekatan yang berbeda dalam pengelolaan infrastruktur aplikasi. Serverless menawarkan kemudahan dan fleksibilitas, sementara arsitektur tradisional memberikan kontrol penuh atas server dan lingkungan aplikasi.
Pengelolaan Infrastruktur
Pada arsitektur tradisional, tim pengembang bertanggung jawab atas provisioning, konfigurasi, dan pemeliharaan server fisik atau virtual machine. Sedangkan pada serverless, semua hal tersebut diotomatisasi oleh penyedia cloud sehingga pengembang cukup fokus pada kode aplikasi.
Skalabilitas dan Biaya
Skalabilitas pada serverless bersifat otomatis, sementara pada arsitektur tradisional memerlukan konfigurasi manual. Model biaya serverless berbasis konsumsi, berbeda dengan model tradisional yang berbasis kapasitas tetap.
Kapan Memilih Serverless?
Serverless sangat cocok untuk aplikasi dengan tingkat permintaan fluktuatif, aplikasi event-driven, atau microservices. Sementara arsitektur tradisional lebih tepat digunakan ketika dibutuhkan kontrol penuh dan kustomisasi lingkungan aplikasi.