Jump to content

Peran Guru dalam Konstruktivisme

From Wiki Berbudi

Dalam teori konstruktivisme, peran guru mengalami pergeseran signifikan dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan membantu peserta didik membangun pengetahuannya sendiri melalui berbagai pengalaman belajar.

Guru sebagai Fasilitator

Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk eksplorasi dan kolaborasi. Melalui pertanyaan terbuka dan tugas-tugas yang menantang, guru membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Guru juga memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan peserta didik melalui scaffolding.

Mendorong Diskusi dan Refleksi

Dalam kelas konstruktivis, diskusi kelompok dan refleksi individu sangat ditekankan. Guru mendorong siswa untuk mengemukakan pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman. Proses ini sangat penting dalam membangun pemahaman karena peserta didik dapat belajar dari perspektif teman-temannya.

Penilaian dalam Pembelajaran

Penilaian dalam pendekatan konstruktivisme bersifat autentik, yaitu menilai proses dan hasil belajar secara menyeluruh. Guru dapat menggunakan penilaian formatif, portofolio, dan observasi untuk memantau perkembangan pemahaman siswa, bukan hanya melalui ujian tertulis.