Emosi memainkan peran sentral dalam proses pengambilan keputusan manusia, termasuk dalam konteks pembelian produk atau jasa. Neuromarketing berupaya memahami bagaimana berbagai rangsangan pemasaran dapat membangkitkan emosi tertentu dan memengaruhi perilaku konsumen.

Pengukuran Emosi

Dengan teknologi seperti EEG dan pelacak ekspresi wajah, peneliti dapat mengidentifikasi emosi yang muncul saat konsumen terpapar iklan atau produk. Emosi positif seperti kebahagiaan atau kepercayaan terbukti meningkatkan kemungkinan pembelian.

Dampak Emosi pada Keputusan Pembelian

Studi neuromarketing menunjukkan bahwa sebagian besar keputusan pembelian terjadi secara bawah sadar dan didorong oleh emosi, bukan alasan rasional. Oleh karena itu, pemasar harus mampu menciptakan ikatan emosional dengan konsumen melalui cerita dan pengalaman merek.

Strategi Pemasaran Berbasis Emosi

Dengan memahami peran emosi, perusahaan dapat merancang pesan pemasaran yang lebih personal dan relevan, serta membangun loyalitas merek jangka panjang.