Pengobatan Infeksi Campylobacter
Pengobatan infeksi Campylobacter umumnya bersifat suportif, karena sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya tanpa terapi khusus. Namun, pada kasus berat atau pasien dengan sistem imun yang lemah, pemberian antibiotik dapat diperlukan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.
Terapi Suportif
Penanganan utama infeksi Campylobacter adalah dengan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, terutama jika pasien mengalami diare berat atau muntah. Pemberian oralit atau cairan rehidrasi sangat dianjurkan untuk mencegah dehidrasi.
Penggunaan Antibiotik
Antibiotik seperti azitromisin atau ciprofloxacin dapat digunakan pada kasus infeksi berat, pasien imunokompromais, atau ketika gejala berlangsung lebih dari satu minggu. Pemilihan antibiotik sebaiknya berdasarkan hasil uji sensitivitas karena adanya resistensi pada beberapa strain Campylobacter.
Pencegahan Komplikasi
Pemantauan ketat diperlukan untuk mencegah komplikasi, seperti sindrom Guillain-Barré atau artritis reaktif. Konsultasi dengan dokter sangat penting jika gejala tidak membaik atau muncul tanda-tanda komplikasi.