Pengertian Teori Belajar Humanistik
Teori Belajar Humanistik merupakan salah satu pendekatan dalam psikologi pendidikan yang menekankan pentingnya peran manusia sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang secara optimal. Teori ini berfokus pada aspek subjektif dan pengalaman pribadi peserta didik dalam proses belajar. Berbeda dengan teori-teori sebelumnya yang lebih menekankan perilaku atau kognisi, teori ini melihat proses belajar sebagai upaya untuk mencapai aktualisasi diri.
Latar Belakang
Teori belajar humanistik muncul sebagai reaksi terhadap dominasi aliran behaviorisme dan kognitivisme yang dianggap terlalu menitikberatkan pada aspek mekanis dan logis dari proses belajar. Tokoh-tokoh seperti Abraham Maslow dan Carl Rogers menjadi pionir dalam mengembangkan teori ini di pertengahan abad ke-20. Mereka berpendapat bahwa setiap individu memiliki kebutuhan untuk dihargai, dimengerti, dan mencapai potensi tertinggi dalam dirinya.
Ciri-ciri Teori Humanistik
Beberapa ciri utama dari teori belajar humanistik adalah penekanan pada pengalaman subjektif, pentingnya hubungan interpersonal antara guru dan siswa, serta pengakuan terhadap kebebasan dan tanggung jawab individu dalam belajar. Proses pembelajaran dipandang sebagai interaksi yang holistik, mencakup aspek emosional, sosial, dan intelektual.
Konsep Aktualisasi Diri
Konsep aktualisasi diri menjadi inti dari teori ini, di mana individu berusaha untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Dalam konteks pendidikan, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengenali dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal.