Pengembangan agrowisata berbasis komunitas menjadi tren baru dalam dunia pariwisata. Model ini menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan destinasi agrowisata.

Konsep Community Based Tourism

Agrowisata berbasis komunitas mengadopsi prinsip Community Based Tourism (CBT), di mana keuntungan dan manfaat wisata difokuskan untuk kemajuan masyarakat setempat. Hal ini mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap kegiatan wisata.

Pemberdayaan dan Pelatihan Masyarakat

Melalui program pelatihan dan pendampingan, masyarakat dilatih mengelola agrowisata secara profesional, mulai dari pelayanan wisata, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan.

Keberlanjutan dan Kearifan Lokal

Agrowisata berbasis komunitas juga menonjolkan nilai-nilai kearifan lokal, sehingga menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya. Model ini dinilai efektif dalam mencegah dampak negatif pariwisata massal.