Pemeriksaan laboratorium memegang peranan penting dalam diagnosis, pemantauan, dan penatalaksanaan penyakit-penyakit ginjal. Dalam bidang nefrologi, pemeriksaan laboratorium digunakan untuk menilai fungsi ginjal, mendeteksi kelainan metabolik, serta memantau efek terapi. Berbagai parameter laboratorium dapat membantu nefrologis dalam pengambilan keputusan klinis.

Jenis Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan yang sering dilakukan antara lain kadar ureum, kreatinin, natrium, kalium, dan albumin. Pemeriksaan urine seperti urinalisis dan mikroalbuminuria juga penting untuk mendeteksi proteinuria dan hematuria.

Interpretasi Hasil Laboratorium

Hasil pemeriksaan laboratorium harus diinterpretasikan secara menyeluruh bersama data klinis pasien. Misalnya, peningkatan kreatinin dan ureum mengindikasikan penurunan fungsi ginjal, sedangkan proteinuria menunjukkan gangguan pada glomerulus.

Peran Pemeriksaan Laboratorium dalam Manajemen Pasien

Pemantauan laboratorium secara rutin penting untuk mengevaluasi perkembangan penyakit, respon terapi, dan mendeteksi komplikasi. Pemeriksaan ini juga berguna dalam menentukan kebutuhan intervensi seperti dialisis.