Patogenesis Campylobacter
Patogenesis Campylobacter menggambarkan mekanisme bagaimana bakteri ini menyebabkan penyakit pada manusia. Setelah masuk ke tubuh, Campylobacter mampu menembus lapisan mukosa usus dan memicu respons imun yang kuat. Proses ini menyebabkan gejala khas seperti diare, demam, dan nyeri perut.
Mekanisme Infeksi
Campylobacter masuk ke saluran pencernaan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Setelah melewati asam lambung, bakteri ini menggunakan flagela untuk bergerak menuju sel epitel usus dan menempel pada permukaannya. Selanjutnya, mereka dapat menembus lapisan mukosa dan menginvasi jaringan host.
Toksin dan Kerusakan Jaringan
Beberapa spesies Campylobacter memproduksi toksin, seperti sitotoksin dan enterotoksin, yang dapat merusak sel epitel usus. Toksin ini memicu peradangan dan perubahan permeabilitas usus, sehingga menyebabkan diare.
Respon Imun Host
Tubuh merespons infeksi Campylobacter dengan mengaktifkan sistem imun, yang menyebabkan gejala peradangan lokal dan sistemik. Pada beberapa kasus, respons imun ini dapat berkembang menjadi komplikasi pasca-infeksi, seperti artritis reaktif atau sindrom Guillain-Barré.