Parasitisme Internal dan Eksternal
Parasitisme dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama berdasarkan lokasi hidup parasit terhadap inangnya, yaitu parasitisme internal (endoparasitisme) dan eksternal (ektoparasitisme). Kedua jenis ini memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda terhadap kesehatan inang.
Parasitisme Internal (Endoparasitisme)
Endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam tubuh inang, seperti di saluran pencernaan, darah, atau organ lain. Contohnya adalah cacing pita, Plasmodium, dan schistosoma. Parasit ini dapat menyebabkan gangguan sistemik pada tubuh inang.
Parasitisme Eksternal (Ektoparasitisme)
Ektoparasit hidup di permukaan tubuh inang, misalnya pada kulit atau bulu. Contoh ektoparasit antara lain kutu, tungau, dan caplak. Serangan ektoparasit biasanya menyebabkan iritasi kulit, gatal, dan kadang-kadang infeksi sekunder.
Pencegahan dan Penanganan
Penanganan parasit internal dan eksternal membutuhkan pendekatan yang berbeda. Penggunaan obat antiparasit untuk endoparasit dan insektisida untuk ektoparasit merupakan metode yang umum. Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat penting dalam mengurangi risiko infeksi parasit.