Jump to content

Microservices dan DevOps

From Wiki Berbudi

Microservices dan DevOps merupakan dua konsep yang saling melengkapi dalam pengembangan perangkat lunak modern. Dengan mengadopsi microservices, tim pengembang dapat menerapkan praktik DevOps secara lebih efektif, seperti continuous integration dan continuous deployment. Keduanya membantu organisasi dalam mencapai kecepatan dan kualitas pengiriman perangkat lunak yang tinggi.

Integrasi Otomatis dan Pengujian

Microservices memudahkan implementasi pipeline otomatis untuk testing, build, dan deployment. Setiap layanan dapat diuji secara terpisah, sehingga deteksi bug dan perbaikan dapat dilakukan lebih cepat.

Kolaborasi Tim yang Lebih Baik

Pendekatan microservices mendukung pembagian tanggung jawab berdasarkan layanan, sehingga tim dapat bekerja secara mandiri namun tetap terkoordinasi. Praktik ini sejalan dengan prinsip DevOps yang menekankan kolaborasi antara tim pengembang dan tim operasional.

Monitoring dan Feedback

Setiap layanan dalam arsitektur microservices dapat dipantau secara real-time menggunakan alat monitoring modern. Hal ini memungkinkan penerapan prinsip "feedback loop" yang menjadi kunci sukses dalam DevOps.