Pemeriksaan jumlah dan morfologi eosinofil merupakan bagian penting dari evaluasi hematologi klinis. Pemeriksaan ini membantu dalam diagnosis berbagai penyakit, termasuk infeksi, alergi, dan gangguan imunologi.

Pemeriksaan Darah Tepi

Pemeriksaan eosinofil biasanya dilakukan melalui hitung jenis leukosit pada sampel darah tepi. Pewarnaan khusus seperti Wright atau Giemsa digunakan untuk membedakan eosinofil dari jenis sel darah putih lainnya.

Analisis Fungsional

Selain jumlah, fungsi eosinofil juga dapat dinilai melalui pemeriksaan laboratorium khusus, seperti uji degranulasi dan produksi mediator kimia. Pemeriksaan ini berguna untuk menilai kemampuan eosinofil dalam merespons infeksi atau inflamasi.

Peran dalam Diagnosis Klinis

Peningkatan atau penurunan jumlah eosinofil dapat menjadi indikator penyakit tertentu, seperti eosinofilia, infeksi parasit, atau sindrom hipereosinofilik. Pemeriksaan lanjutan sering dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis pasti dan menentukan penanganan yang sesuai.