Merkuri: Logam Berat Beracun
Merkuri adalah salah satu logam berat yang paling dikenal karena sifat toksiknya yang tinggi. Unsur kimia ini memiliki simbol Hg dan nomor atom 80 dalam tabel periodik. Dalam suhu kamar, merkuri berbentuk cair dan mudah menguap, sehingga banyak digunakan dalam berbagai alat laboratorium, termometer, dan lampu fluoresen. Namun, penggunaan dan pembuangan merkuri yang tidak terkendali dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan manusia.
Sumber Pencemaran Merkuri
Pencemaran merkuri umumnya berasal dari aktivitas pertambangan emas, serta proses industri seperti produksi klorin dan pulp. Merkuri juga dilepaskan ke atmosfer melalui pembakaran batu bara. Dalam lingkungan perairan, merkuri dapat mengalami metilasi oleh mikroorganisme, membentuk metilmerkuri yang jauh lebih beracun.
Dampak Terhadap Kesehatan
Paparan merkuri, terutama metilmerkuri, dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, gangguan perkembangan otak pada anak-anak, dan gangguan fungsi ginjal. Kasus keracunan merkuri yang terkenal adalah tragedi Minamata di Jepang, yang menyebabkan ratusan kematian akibat konsumsi ikan yang terkontaminasi.
Pengelolaan dan Pencegahan
Pengelolaan limbah yang mengandung merkuri sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan. Berbagai konvensi internasional, seperti Konvensi Minamata, telah dibuat untuk mengatur penggunaan dan pembuangan merkuri secara global.